Kabar mengenai kembalinya aktivitas prostitusi di Dolly, kawasan yang dulu dikenal sebagai lokalisasi terbesar di Surabaya, kembali mencuat. Aktivitas terlarang ini dilaporkan beroperasi secara terselubung, seringkali menyamarkan diri di balik penginapan atau rumah kos pribadi. Situasi ini mengindikasikan potensi kembalinya praktik gelap yang pernah lekat dengan citra kawasan tersebut di masa lalu.

Komitmen Tegas Wali Kota Surabaya
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan komitmennya untuk mencegah dan memerangi segala bentuk prostitusi terselubung. Ia menekankan bahwa pemerintah kota akan mengambil langkah proaktif guna memastikan praktik ini tidak kembali berakar di wilayah bekas lokalisasi Dolly. Penegasan ini muncul sebagai respons atas laporan mengenai adanya indikasi kebangkitan kembali aktivitas tersebut.
Prostitusi terselubung dilaporkan kembali beroperasi di eks lokalisasi Dolly, Surabaya, sering berkedok penginapan atau rumah kos. Wali Kota Eri Cahyadi berkomitmen kuat mencegah dan memberantas praktik ilegal ini. Pemerintah kota akan meningkatkan pengawasan serta kolaborasi dengan masyarakat untuk menjaga area tersebut dari aktivitas terlarang.
Fokus Pencegahan di Area Eks Dolly
Eri Cahyadi secara spesifik menyoroti pentingnya menjaga kawasan eks lokalisasi Dolly dari praktik prostitusi. Upaya pencegahan ini menjadi prioritas utama. Pemerintah kota bertekad untuk melindungi warga serta citra kawasan yang telah bertransformasi setelah penutupan lokalisasi sebelumnya.
Modus Operandi Baru: Berkedok Rumah Kos
Laporan yang diterima menunjukkan pola baru dalam praktik prostitusi di Dolly. Para pelaku kerap menggunakan rumah kos sebagai kedok untuk menjalankan aktivitas ilegal mereka. Modus ini tentu menjadi tantangan tersendiri bagi aparat penegak hukum serta pemerintah kota. Mereka harus lebih jeli dalam melakukan pengawasan.
Penyalahgunaan fasilitas penginapan pribadi ini menyulitkan deteksi langsung. Namun, pemerintah kota berjanji akan terus memantau setiap indikasi mencurigakan. Ini penting demi mencegah meluasnya praktik yang merusak tatanan sosial di masyarakat.
Langkah Antisipasi dan Pengawasan
Pemerintah Kota Surabaya melalui jajaran terkait akan meningkatkan pengawasan di area eks lokalisasi Dolly. Langkah preventif ini meliputi patroli rutin dan penelusuran informasi dari masyarakat. Kolaborasi dengan warga sekitar juga menjadi kunci dalam upaya memberantas praktik prostitusi terselubung. Setiap laporan akan ditindaklanjuti secara serius dan cepat.



Leave a Comment