Sutradara-penulis asal Inggris yang pernah dinominasikan BAFTA, Richard Hawkins, siap meluncurkan film fitur keduanya yang sangat dinantikan, “Think of England“. Film ini akan tayang perdana dalam kompetisi resmi di Tallinn Black Nights Film Festival. Film tersebut menjanjikan eksplorasi mendalam tentang kebenaran, penipuan, serta batasan moral.

Eksplorasi Tema dalam “Think of England”
Film “Think of England” digambarkan sebagai sebuah “tour-de-force” lain dari Hawkins. Karya ini secara provokatif menyelami berbagai konsep seperti kebenaran, kebohongan, dan batas-batas etika. Hawkins juga secara khusus menyoroti nuansa seni peran dalam film ini.
Pandangan Hawkins tentang Batasan Akting
Hawkins sendiri menyoroti keterbatasan inheren dalam sebuah penampilan akting. Ia menyatakan, “Ada Dua Hal yang Tidak Bisa Anda Perankan: Berhubungan Seksual dan Membunuh Seseorang.” Pernyataan ini memberikan petunjuk mengenai kedalaman filosofis yang ia coba sampaikan melalui narasi film terbarunya.
Kiprah Hawkins Sebelumnya
Proyek baru ini menyusul debut penyutradaraannya, “Everything” (2004). Film tersebut menerima pujian signifikan dari majalah Variety. Variety menggambarkannya sebagai “thriller lambat yang dieksekusi dengan kuat.”
Pujian untuk “Everything” tidak berhenti di situ. Variety juga menyebut “Everything” sebagai produksi “tanpa embel-embel” yang diselesaikan hanya dalam sembilan hari. Pengalaman sebelumnya ini membentuk dasar bagi pendekatan unik Hawkins dalam pembuatan film.


1 Comment