Ringkas & Akurat

Home ยป Mantan Staf Kejaksaan Tangsel Kembali Berulah, Modus Urus Perkara Raup Ratusan Juta
Mantan staf Kejaksaan Tangsel kembali berulah, raup ratusan juta dari modus urus perkara.

Mantan Staf Kejaksaan Tangsel Kembali Berulah, Modus Urus Perkara Raup Ratusan Juta

Tonny Renaldo Matan, seorang mantan staf Kejaksaan di Tangerang Selatan (Tangsel), kembali terlibat dalam serangkaian dugaan penipuan baru. Modus operandinya melibatkan penyamaran sebagai pihak yang mampu memfasilitasi berbagai kasus hukum.

Mantan staf Kejaksaan Tangsel kembali berulah, raup ratusan juta dari modus urus perkara.
Mantan staf Kejaksaan Tangsel kembali berulah, raup ratusan juta dari modus urus perkara.

Matan sebelumnya telah diberhentikan secara tidak hormat dari Kejaksaan pada tahun 2009. Pemberhentian tersebut juga akibat kasus penipuan. Total nilai kerugian akibat kejahatan terbarunya ini mencapai Rp310 juta.

Modus Operandi Penipuan

Dalam aksinya, Tonny Renaldo Matan menawarkan jasa pengurusan perkara hukum. Ia mengaku memiliki kemampuan membantu berbagai persoalan legal.

Latar belakangnya sebagai mantan staf Kejaksaan Tangsel menjadi daya tarik utama. Hal ini memberinya kredibilitas palsu di mata calon korban.

Taktik Meyakinkan Korban

Matan memanfaatkan jaringan dan pengetahuannya yang terbatas tentang proses hukum. Ia membangun narasi meyakinkan untuk menjerat targetnya.

Dengan cara ini, Matan berhasil meyakinkan banyak orang. Mereka menyerahkan sejumlah uang untuk penyelesaian kasus yang dijanjikan.

Rekam Jejak Pelaku Berulang

Keterlibatan Matan dalam penipuan bukan kali pertama. Kejaksaan telah memberhentikannya secara tidak hormat pada tahun 2009.

Pemberhentian itu terjadi akibat kasus penipuan serupa. Ini menunjukkan pola kejahatan yang terulang dari Matan.

Insiden lama ini menjadi preseden. Namun, ia kembali menjalankan aksi serupa di kemudian hari.

Kerugian Finansial yang Signifikan

Kasus penipuan terbaru ini menimbulkan kerugian finansial besar. Total nilai kejahatan Matan mencapai angka Rp310 juta.

Jumlah tersebut mencerminkan dampak serius aksinya. Banyak korban kehilangan uang dalam jumlah signifikan.

Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya kehati-hatian. Masyarakat harus lebih waspada terhadap modus penipuan semacam ini.

Further Reading

More Reading

Post navigation

Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Danantara Dorong Proyek Peternakan Ayam Rp20 Triliun dengan SKB Khusus

Insiden Ledakan SMAN 72 Jakarta: 20 Korban Dalam Pemantauan Medis

Mendalami Iman: Panduan Renungan Harian Katolik yang Bermakna

Tragedi Kapal Imigran Myanmar: 11 Korban Tewas di Perbatasan