Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan kekecewaan mendalamnya terhadap skandal suap yang melibatkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK). Ia dengan tegas menyebut situasi ini sebagai “menyedihkan.” Pernyataan Mahfud menyoroti degradasi nilai-nilai integritas di kalangan mahasiswa, sebuah fenomena yang kontras dengan sejarah pergerakan mahasiswa di Indonesia.

Konteks Skandal Suap di UBK
Skandal suap yang menimpa BEM FH UBK ini menjadi perhatian publik. Kejadian tersebut mengindikasikan adanya praktik tidak etis dalam organisasi mahasiswa. Mahfud MD menggarisbawahi pentingnya menjaga kemurnian gerakan mahasiswa. Mahasiswa seharusnya menjadi agen perubahan dan pengawas moral, bukan terlibat dalam praktik korupsi.
Kilas Balik Peran Mahasiswa Era Orde Baru
Mahfud MD tidak hanya berhenti pada kritik, tetapi juga menarik perbandingan historis. Ia mengingatkan peran mahasiswa selama era Orde Baru di Indonesia. Pada masa itu, dinamika antara mahasiswa dan kekuasaan memiliki karakteristik berbeda. Menurut Mahfud, mahasiswa tidak sekadar menjadi sasaran infiltrasi.
Mahfud MD sangat kecewa atas skandal suap BEM FH UBK, menyebutnya menyedihkan dan degradasi integritas mahasiswa. Ia membandingkannya dengan peran mahasiswa era Orde Baru yang bahkan menjadi intel aparat. Mahfud berharap mahasiswa kembali ke khittah sebagai penjaga moral bangsa, berlandaskan integritas dan idealisme.
Mahasiswa sebagai Intelijen Aparat
Lebih lanjut, Mahfud menjelaskan bahwa di era Orde Baru, pekerjaan mahasiswa seringkali merangkap sebagai intel aparat. Mereka bukan hanya disusupi, tetapi justru menjadi bagian dari sistem pengawasan negara. Pernyataan ini memberikan perspektif baru tentang kompleksitas hubungan mahasiswa dengan kekuasaan di masa lalu. Hal ini juga menyoroti bagaimana peran mahasiswa dapat berubah drastis dari waktu ke waktu.
Implikasi dan Harapan Mahfud MD
Peristiwa suap di BEM FH UBK ini menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan gerakan mahasiswa. Mahfud MD berharap agar mahasiswa kembali pada khittahnya sebagai penjaga moral bangsa. Integritas dan idealisme harus menjadi landasan utama setiap pergerakan mahasiswa. Kasus ini harus menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen kampus untuk memperkuat nilai-nilai anti-korupsi.


Leave a Comment