Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) saat ini memberikan perawatan medis kepada 13 individu yang menjadi korban ledakan. Dua pasien di antaranya masih menjalani perawatan intensif. Menariknya, rumah sakit ini juga merawat seorang terduga pelaku ledakan tersebut. RSIJ menegaskan fokus utamanya adalah penanganan seluruh korban tanpa terkecuali.

Kondisi Terkini Korban
Pihak RSIJ memastikan bahwa 13 korban ledakan kini berada di bawah pengawasan medis mereka. Para staf medis secara aktif memantau kondisi setiap pasien. Dari jumlah tersebut, dua orang memerlukan perawatan khusus di ruang intensif.
Perawatan Intensif
Kedua pasien yang dirawat intensif menunjukkan luka-luka serius. Tim dokter dan perawat bekerja keras memberikan penanganan terbaik. Mereka terus memantau tanda-tanda vital serta perkembangan kesehatan para korban secara ketat.
Penanganan Terduga Pelaku
Informasi mengenai keberadaan terduga pelaku di antara korban yang dirawat di RSIJ telah terkonfirmasi. Rumah sakit ini tidak membedakan jenis pasien berdasarkan status hukum mereka. Setiap individu yang membutuhkan pertolongan medis akan menerima perawatan yang sama.
Prinsip Etika Medis
Manajemen RSIJ secara tegas menyatakan komitmennya pada prinsip etika medis universal. Mereka mengedepankan hak setiap pasien untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Status “terduga pelaku” tidak menghalangi mereka dari akses perawatan vital.
Dengan demikian, RSIJ terus menjalankan tugas kemanusiaannya dalam situasi darurat ini. Mereka berfokus penuh pada pemulihan kesehatan seluruh korban ledakan. Prioritas utama rumah sakit adalah menyelamatkan nyawa dan mengurangi penderitaan pasien.


3 Comments