Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (BEM UGM), Tiyo Ardianto, menegaskan pentingnya kehadiran dan intervensi negara dalam setiap situasi yang melibatkan teror. Ardianto juga mengkritik keras pernyataan yang dilontarkan oleh Pigai, menyebutnya sebagai refleksi dari sikap paranoid rezim pemerintahan yang berkuasa.

Panggilan untuk Intervensi Negara
Tiyo Ardianto secara lugas menyatakan bahwa negara memiliki kewajiban fundamental untuk melindungi warganya. Kehadiran negara bukan hanya simbolis, melainkan harus nyata dalam menghadapi ancaman teror. Ia menekankan bahwa absennya negara dalam isu sensitif seperti terorisme dapat menimbulkan keresahan di masyarakat dan mengikis kepercayaan publik.
Menurut Ardianto, intervensi tersebut harus komprehensif, mencakup pencegahan, penindakan, serta rehabilitasi. Tanggung jawab ini tidak dapat didelegasikan sepenuhnya kepada elemen masyarakat. Negara, dengan segala perangkatnya, harus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan stabilitas.
Kritik terhadap Sikap Paranoid Rezim
Lebih lanjut, Ardianto menyoroti pernyataan Pigai yang dianggapnya mencerminkan ketidakdewasaan politik. Ia menilai bahwa pandangan tersebut menunjukkan adanya kecurigaan berlebihan dari pihak pemerintah. Sikap paranoid ini, menurut Ardianto, dapat menghambat dialog konstruktif dan solusi efektif dalam menangani berbagai persoalan bangsa.
Ketua BEM UGM, Tiyo Ardianto, menegaskan pentingnya intervensi negara yang komprehensif dalam menghadapi teror untuk melindungi warga. Ia juga mengkritik keras pernyataan Pigai yang dianggap mencerminkan sikap paranoid rezim pemerintah, yang dapat menghambat dialog dan memicu polarisasi. BEM UGM mendesak pemerintah lebih bijaksana dan terbuka terhadap kritik.
Dampak Pernyataan Kontroversial
Pernyataan semacam itu berpotensi menciptakan polarisasi di tengah masyarakat. Ardianto berpendapat bahwa pemimpin seharusnya mengeluarkan pernyataan yang menenangkan dan mempersatukan. Bukan malah membangun narasi yang penuh kecurigaan dan memicu perpecahan. BEM UGM mendesak pemerintah untuk lebih bijaksana dalam menyampaikan pandangannya kepada publik.
BEM UGM terus menyuarakan pentingnya pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Mereka percaya bahwa kritik konstruktif adalah bagian dari demokrasi. Pemerintah perlu lebih terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk dari mahasiswa, demi kemajuan bangsa.


Leave a Comment