Mantan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Alfian Nasution, baru-baru ini memberikan klarifikasi penting. Ia menjelaskan bahwa strategi “bottom price” untuk penjualan bahan bakar minyak (BBM) dan solar nonsubsidi sah. Penjelasan ini muncul saat jaksa memeriksanya terkait metode harga dasar solar. Menurut Nasution, praktik ini tetap legitimate asalkan Pertamina tidak mengalami kerugian finansial.

Penjelasan Strategi “Bottom Price”
Alfian Nasution menjelaskan konsep “bottom price” dalam konteks penjualan BBM dan solar nonsubsidi. Menurutnya, harga dasar ini merupakan batas minimum yang perusahaan tetapkan. Perusahaan memastikan harga tersebut tidak menyebabkan kerugian bagi Pertamina. Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan finansial induk perusahaan dalam setiap transaksi.
Konteks Pemeriksaan Jaksa
Jaksa penuntut umum secara khusus menyoroti penerapan metode “bottom price” untuk solar. Mereka intensif menggali informasi mengenai mekanisme penetapan harga ini. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian integral dari penyelidikan lebih lanjut terhadap praktik bisnis Pertamina Patra Niaga. Jaksa ingin memastikan tidak ada penyalahgunaan wewenang.
Legitimasi dan Keuntungan Perusahaan
Nasution secara konsisten menegaskan legitimasi penjualan dengan harga dasar ini. Syarat mutlaknya adalah Pertamina tidak menanggung kerugian. Justru, strategi ini bertujuan menjaga daya saing perusahaan di pasar. Selain itu, praktik ini memastikan ketersediaan pasokan BBM nonsubsidi bagi konsumen. Ini juga membantu stabilitas pasokan energi nasional.
Dampak pada Pasar dan Konsumen
Penerapan “bottom price” berpotensi memengaruhi dinamika harga di pasar. Namun, Pertamina Patra Niaga berupaya menyeimbangkan keuntungan bisnis dengan pelayanan publik. Kebijakan harga ini juga mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap fluktuasi harga minyak mentah global. Perusahaan senantiasa mempertimbangkan kondisi pasar.
Kasus ini menyoroti kompleksitas penetapan harga di sektor migas, khususnya produk nonsubsidi. Pernyataan Alfian Nasution memberikan perspektif penting. Ia menjelaskan bagaimana BUMN menjalankan operasionalnya. Hal ini juga menunjukkan upaya menjaga prinsip kehati-hatian finansial perusahaan.


1 Comment